Botulinum Toxin (Botox)

Prosedur:

Wajah penuh kerutan tentu menjadi hal yang tidak nyaman untuk setiap individu baik wanita maupun pria. Sejak tahun 1400an masyarakat dunia sudah mulai mencari cara untuk mengurangi kerutan ini seperti mengurangi mengunyah makanan-makanan keras, menggunakan pasta tebal dimuka untuk mengurangi ekspresi wajah, menggunakan masker putih telur dan lain-lain namun ternyata hasilnya kurang sempurna. Barulah tahun 1900an dikenal istilah “BOTOX”.

Toksin botulinum tipe A, yang lebih dikenal sebagai botox adalah produk yang digunakan dalam dunia estetika  untuk memperbaiki garis kerutan ekspresi yang menganggu di wajah. Koreksi terjadi karena toksin botulinum akan merelaksasikan otot- otot yang terlibat, secara sementara. Hal ini memungkinkan kulit bebas dari kerutan saat meyipitkan mata dan mengerutkan kening.

Sejak awal 1990-an, toksin botulinum telah banyak digunakan untuk mengobati kelainan seperti berkedip berlebihan, kejang wajah, sakit kepala, ataupun produksi keringat yang berlebihan. Prosedur ini sangat aman selama digunakan dengan benar

Indikasi yang paling sering digunakan pada sepertiga atas wajah, untuk koreksi garis- garis kerut vertikal antara alis, alur – alur horizontal pada dahi dan keriput sekitar mata. Selain itu dapat pula digunakan untuk mengecilkan otot rahang yang besar, otot cuping hidung, keringat berlebih pada tangan dan ketiak serta otot yang besar.

Lamanya:

10-30 menit.

Anestesi:

Krim anestesi topikal.

Hasil dan Pemulihan:

Hasil terlihat setelah 3-4 hari,dan bertahan selama 4-6 bulan. Ketika botox tidak diulang maka ekspresi gerakan asli timbul kembali secara spontan.

Kemungkinan efek samping:

Segera setelah perawatan hanya titik-titik kecil yang terlihat ataupun Memar ringan. Beberapa pasien dapat mengalami sakit kepala ringan pada minggu pertama pada kasus botox didaerah dahi.

Resiko:

Tidak  ada risiko permanen pada orang sehat. Myasthenia gravis adalah kontaindikasi.