Plasma Laser

Sebuah inovasi baru dalam dunia estetik, dermatologis dan bedah plastik dimana pasien dapat mendapatkan hasil bedah tanpa harus melewati proses bedah. Menggunakan sebuah alat yang sudah dipatenkan di Italy bernama Plasma Laser. Berbeda dari teknologi laser lain, Plasma laser hanya akan menghantarkan energi plasma pada permukaan lapisan kulit (epidermis). Energi panas yang tercipta tidak akan mengenai jaringan disekitarnya, sehingga dengan energi yang terfokus ini hasilnya pun akan optimal dan minimal efek samping. Sudah banyak dilakukan penelitian dalam bidang medis terhadap Plasma Laser ini, hasinya pun sangat memuaskan. Plasma Laser dapat digunakan pada beberapa kasus yang sebelumnya sangat sulit dilakukan tanpa bedah seperti Blepharoplasty (tindakan untuk membuang kulit kelopak mata pada orang tua) ataupun Double eyelid (tindakan membuat lipatan pada kelopak mata atas, banyak ditemukan pada kelopak mata sipit). Selain itu Plasma laser juga dapat digunakan pada beberapa kasus antara lain: bopeng pada bekas jerawat (acne scar), jerawat aktif, kerutan, stretch mark, Xantelesma, keloid, dll.

Proses:

Tidak ada persiapan yang perlu dilakukan oleh pasien di rumah, tindakan sangat sederhana. Setelah kulit pasien dibersihkan, lalu akan di berikan krim anestesi topikal agar lebih nyaman. Setelah 20-30 menit, akan dilakukan tindakan Laser Plasma. Tindakan hanya memerlukan waktu 15-20 menit. Setelah itu pasien dapat kembali beraktifitas.

Perawatan setelah Plasma Laser:

A. 1-6 hari setelah tindakan

Segera setelah tindakan, oleskan antibiotik cream dan foundation cair (SPF20) beberapa kali selama siang hari (termasuk ketika berada di dalam ruangan). Kompres dengan Icepack, selama 5 menit , lebih dari 5 kali per hari untuk mengurangi bengkak.

Perhatian: apabila bepergian keluar rumah, bersihkan muka dengan air secara hati-hati, hindari mengelupaskan keropeng (scabs) ataupun foundation cair.

B. 7-10 hari setelah tindakan

Setelah keropeng (scabs) hilang, apabila masih ada kemerahan pada bekas area, tetap gunakan foundation cair. 

Komplikasi: hindari mengelupaskan keropeng (scabs), apabila tanpa sengaja terkelupas, maka dapat terjadi kemerahan atau kehitaman (PIH) pada bekas luka, namun komplikasi seperti ini tidak permanen.

Tindakan ini dapat diulang 1-4 kali tergantung kasus dan tingkat keparahan dengan interval 3 minggu. Namun demikian dapat diulang apabila kemerahan atau eritema sudah hilang.